Blog

100 Tahun Penemuan Sriwijaya

JJ Rizal, Sejarawan Namanya berbeda-beda Srivijaya, Srivisaya, Shilifoshi, Foshih, Sanfoqi, Sribhoja, Sribuza, Zabag,  Zabaj, Swarnabhumi, tetapi sami mawon yang dibicarakan: Sriwijaya. Harap diketahui juga itu bukan nama seorang raja, tetapi sebuah kerajaan. Demikianlah George Cœdès (1887-1969) hampir 100 tahun yang lalu mengoreksi kekeliruan JHC Kern, arkeolog Belanda yang pada 1913 salah menafsir prasasti Kota Kapur yang bertitimangsa 28 Februari 686. Kelak para arkeolog mencanangkan hari Cœdès mengoreksi itu sebagai hari kelahiran “Kerajaan Sriwijaya”. Cœdès memproklamasikan kelahiran kerajaan niaga maritim itu melalui eseinya “Le Royaume de Çrivijaya” yang diterbitkan pertama kali pada 1918 dalam Bulletin de l’École française d’Extrême-Orient. Kerajaan itu...

Continue Reading →

“Londo Ireng” dari Afrika, bukan Ambon

Zwarte Hollanders, belum lama berselang terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul Serdadu Afrika di Hindia Belanda. Penulisnya Ineke van Kessel. Siapakah serdadu Afrika itu? “Serdadu Afrika di Jawa dikenal dengan nama Londo Ireng, Belanda Hitam. Mereka direkrut dari Afrika Barat pada abad ke-19, kemudian dibawa ke Hindia-Belanda, dijadikan serdadu dan bergabung dalam KNIL. Status mereka sama seperti serdadu Belanda,” jelas Ineke van Kessel pada Radio Nederland, sebagaimana dilansir situs web radio itu, Kamis (29/9/2011). Mendengar istilah Londo Ireng, banyak orang menduga yang dimaksud adalah orang-orang Ambon yang bekerja sebagai serdadu Belanda. Memang ada kerancuan dalam hal ini, karena banyak juga...

Continue Reading →

Menyibak Perjuangan Masa Revolusi di Kota Bogor

Bogor Masa Revolusi 1945-1950

Melati Salamatunnisa Oktaviani Penulis di Mediaindonesia.com JANGAN sekali-kali meninggalkan sejarah, pesan mantan Presiden Soekarno kala menyampaikan pidato terakhir pada 17 Agustus 1966.    Pidato Jasmerah tersebut mengajari kita untuk selalu mengingat sejarah terlebih mempelajarinya karena sejarah menanamkan rasa cinta tanah air dengan memperkenalkan para pejuang yang rela berkorban jiwa, raga, serta harta demi mengusir penjajah dari Tanah Air. Sebagai bangsa yang besar, sudah sepatutnya kita menghormati jasa para pahlawan.    "Sejarah adalah salah satu cara untuk memprediksi dan memenangi masa depan. Akan tetapi, tidak banyak buku tentang kota dan tokoh-tokoh Kota Bogor," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ketika...

Continue Reading →

Penghancuran Kelas Pekerja: Peran Angkatan Darat & Negara Sekutu dalam Gerakan Kontra Revolusi 1965

Arif Novianto Asisten Peneliti di Magister Administrasi Publik (MAP) UGM Urusan Indonesia berkembang dalam cara yang terlihat menggembirakan. Umat Islam membakar kantor pusat PKI di Djakarta semalam dan sepertinya mereka bergerak menyerang orang-orang Komunis di antero negeri… Untuk pertama kalinya, Angkatan Darat tidak mematuhi perintah Soekarno. Jika hal ini berlanjut dan PKI dibersihkan… kita akan memiliki hari baru di Indonesia. (George Ball, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, 08 Oktober 1965) Ada “Sebuah Fajar Baru”, ada “Secercah Cahaya di Asia” begitu judul berita yang terbit di New York Times. Sementara majalah Time menulis tentang adanya “berita terbaik untuk Barat dari...

Continue Reading →

Pram: “Penantang Abadi”

Saya Ingin Lihat Semua Ini Berakhir: Esei dan Wawancara dengan Pramoedya Ananta Toer

Bandung Marwadi Pendiri Kabut Institut Buku Saya ingin Lihat Semua Ini Berakhir menjadi pengulangan dari pembicaraan mengenai biografi dan teks-teks sastra Pramoedya Ananta Toer. August Hans den Boef dan Kees Snoek menjadi juru bicara Pram dalam suatu pesona biografi kesusastraan dan politik. Pesona itu justru membuat buku ini kurang memberikan sesuatu yang lain (greget) untuk pembaca. August Hans den Boef mengungkapkan kisah di balik publikasi esainya dengan dramatis: “Ketika saya mendengar dari Kees Snoek bahwa Pramoedya meninggal dunia, maka saya pun sibuk mencari sigaret kretek di Amsterdam, tetapi baru di Den Hag saya menemukannya. Sambil menikmati sigaret kretek itu, saya...

Continue Reading →

Serdadu Afrika di Hindia Belanda

Handoko Widagdo Penulis dan Pemerhati Buku Informasi tentang serdadu Afrika di Hindia Belanda sangat sedikit yang diketahui di Indonesia. Ineke van Kessel menulis bahwa tidak ada penerbitan akademis lain dalam Bahasa Indonesia mengenai sejarah menarik ini, selain thesis Endri Kusruri (dan buku terjemahan ini), sejarawan Indonesia asal Purworejo (hal. xi). Padahal keterlibatan serdadu Belanda Hitam sangat penting dalam perjalanan sejarah Hindia Belanda. Misalnya tentang bagaimana keterlibatan serdadu Afrika yang direkrut dalam aksi polisional setelah Kemerdekaan Indonesia untuk melawan para nasionalis Indonesia, khususnya Sukarno. Bukankah Sukarno telah mengilhami gerakan kemerdekaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika, bagaimana mungkin orang-orang Afrika yang jadi tentara...

Continue Reading →

Sumpah Pemuda: Jatuh Bangun Pencarian Simbol Kebangsaan

Dedy Ahmad Hermansyah Sumpah Pemuda merupakan sebuah simbol penting bagi bangsa Indonesia. Ia menjadi satu momen dalam sejarah di mana nilai-nilai persatuan sebagai satu bangsa diperbincangkan dan dirumuskan. Di sana ada perdebatan panjang serta penuh konflik berkaitan dengan bentuk persatuan yang ideal, yang saling tumpang tindih dengan kepentingan kekuasaan di masing-masing rezim. Mempelajari serta memahami baik sisi terang dan gelap sejarah Sumpah Pemuda ini mutlak dibutuhkan untuk membangun sikap kritis. Untuk itu, segala gelagat dari pihak mana pun yang mencoba menutup ruang bagi kajian kritis kepada sejarah dan memaksakan satu versi mestilah dikritik dan dilawan. Dengan semangat itulah Keith Foulcher...

Continue Reading →

Sukarno Sang Pemimpin Islam

Syaifullah Amin Soekarno, sang putra fajar proklamator dan presiden pertama Republik Indonesia bukan hanya seorang pemimpin bangsa indonesia saja, Soekarno adalah sosok pemimpin Islam berkaliber internasional. Soekarno terbukti memiliki pengaruh yang sangat hebat bagi dunia Islam. Bahkan, pengaruhnya meluas hingga ke Amerika dan Afrika yang mayoritas penduduknya bukan beragama Islam. Ini terungkap dalam Bedah Buku Sukarno dan Modernisme Islam karya Prof. M Ridwan Lubis yang digelar oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama Republik Indonesia di Hotel Millenium Jakarta, (1/11/2012). Dalam pemaparannya, Ridwan Lubis menjelaskan, Soekarno memiliki beberapa sisi dalam hidupnya. Sisi-sisi tidak mungkin dapat ditulis dalam...

Continue Reading →

Melihat Perjuangan Rakyat Bogor

Bogor Masa Revolusi 1945-1950

Hafidz Muftisany Jurnalis Republika.co.id    Tidak banyak buku sejarah seperti ini: penting, menarik, menyenangkan, sekaligus ilmiah. Penting karena buku ini mengisahkan perjuangan rakyat Bogor di masa revolusi (1945-1950): sebuah topik langka. Sejauh ini hanya ada dua buku dengan topik sejenis, tetapi bukan disajikan untuk umum, melainkan untuk memenuhi keperluan dinas pemerintahan di Kabupaten Bogor.    Menarik karena dihiasi foto-foto langka yang eksklusif dan menampilkan cukup banyak riwayat tokoh lokal di Bogor. Selama ini para tokoh itu hanya diketahui masyarakat sebagai nama jalan, seperti Jl KH Sholeh Iskandar, Jl KH Abdullah bin Nuh, Jl Kapten H Dasuki Bakri, dan Jl H...

Continue Reading →

Soekarno: Hari Terakhir atau Hari-hari Diakhiri

Nur Iman Subono identitas prismajurnal.com Teka-teki Tidak Akan Selesai Buku berjudul Hari-hari Terakhir Sukarno ini adalah salah satu dari tulisan-tulisan Soekarno dengan berbagai sudut pengamatan dan periode tertentu. Ini berarti, saat-saat paling kritis dalam perjalanan bangsa Indonesia di mana pemimpinnya yang bernama Soekarno tinggal menghitung hari karena kuat tapi pasti kekuasaannya, pengaruhnya, dasar pendukungnya, dan juga seluruh jabatannya yang lebih besar daripada statusnya. . Apakah ini kehebatan atau kenaifan Soekarno yang sebetulnya masih bisa melakukan kebalikan dalam saat-saat kritis politik itu, karena nyatanya masih banyak pendukungnya, termasuk kesatuan dan individu-individu dalam karya militer, tidak bisa mengambil kesempatan itu. Tidak mau...

Continue Reading →