Resensi Buku

Rempah-Rempah Mengubah Peta Sejarah Dunia

Oleh: Yudhie Haryono, Ph.D (Direktur Eksekutif Nusantara Centre) Masa Kejayaan Rempah Dalam sejarah kolonialisme, kita disajikan penjelasan bahwa salah satu motif kolonial datang ke Nusantara adalah berburu rempah-rempah. Cita rasa yang melayarkan ribuan kapal. Maka dari itu, sungguh tak dapat disangkal jika perubahan sejarah dunia di mulai dari Nusantara. Buku karya Jack Turner ini membuktikannya. Sebab musababnya adalah rempah-rempah. Ia mengisahkan sejarah panjang rempah-rempah dari segi geopolitik, filosofis, dan teologis. Selain mengupas sejarah perdagangan rempah yang menjadi salah satu faktor penting di balik gelombang imperialisme, ia juga menelaah sisi lain yang menarik dan jarang disorot dari rempah: pengaruhnya terhadap tokoh-tokoh...

Continue Reading →

TEJABAYU

Siapa hewan, siapa manusia? Sampai kapan eksekusi itu harus ditunggu?— Anna Akhmatova. Tedjabayu meninggal, seperti harimau yang meninggalkan belang yang cemerlang di kulitnya. Ia pergi, kekal, hanya beberapa hari setelah bukunya “Mutiara di Padang Ilalang” tersiar. Bibit buku ini ditanam sebelum 1978, dalam bentuk catatan harian yang ditulis secara rahasia ketika ia disekap di penjara-penjara Orde Baru; ia menyembunyikannya di antara kalimat-kalimat dalam buku “Doa Setiap Hari.” Tedjabayu, aktivis CGMI, organisasi mahasiwa yang berada dalam naungan PKI, ditahan pada 1965. Dari penjara Wirogunan, Yogya, ia dipindah ke Nusakambangan dan akhirnya ke Pulau Buru, di Maluku. Baru di tahun 1978 dan...

Continue Reading →

Sisi Lain Eduard Douwes Dekker: Pejabat yang Tak Pernah “Blusukan”

19 Februari 1887 Eduard Douwes Dekker dianggap tidak memahami hukum adat yang berlaku dalam hubungan pemimpin pribumi dan rakyatnya.Oleh: Uswatul Chabibah - 19 Februari 2021 Kontrolir Bergsma adalah pengagum buku Max Havelaar karya Eduard Douwes Dekker alias Multatuli. Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah agar ditempatkan di Lebak, Banten. Pada 1862, di hari pertama ia tiba di Lebak, seperti dikisahkan Rob Nieuwenhuys dalam Mitos dari Lebak (2019, hlm. 56), Bergsma mengumpulkan semua pejabat pribumi. Ia menanyakan apakah di antara mereka ada yang mengingat Asisten Residen Douwes Dekker. Ternyata hanya satu orang yang mengingatnya, yang digambarkannya sebagai, “Tuan Asisten yang...

Continue Reading →

Achmad Mochtar Sang Perintis Penelitian Biomedis Nusantara

Oleh Sudirman NasirAlumnus Fakultas Kedokteran, Mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin; Anggota Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) Banyak ilmuwan biomedis, dokter, dan tenaga kesehatan Indonesia kini tengah berjibaku menghadapi COVID-19, termasuk mengupayakan penemuan vaksin untuk mengatasi pandemi ini atau penemuan metode agar kepatuhan terhadap protokol kesehatan semakin meningkat. Tak banyak di antara ilmuwan dan profesional kesehatan itu yang masih mengenal sebuah nama besar, Professor Achmad Mochtar, seorang perintis penelitian biomedis di Nusantara. Mochtar, ilmuwan dan dokter dengan reputasi dunia, direktur pertama berkebangsaan Indonesia di Lembaga Eijkman (lembaga penelitian biologi yang didirikan di Batavia pada masa pemerintahan kolonial Belanda), yang...

Continue Reading →

Sejarah Panjang Korupsi di Indonesia

Adnan Topan Husodo Sejarah korupsi di Indonesia sepertinya selalu berulang. Sejak rezim Orde Lama, Orde Baru hingga Orde Reformasi, masalah korupsi yang dihadapi tidak terlalu berbeda. Sebagai contoh, pada tahun 1977, Presiden Soeharto menggelar operasi tertib yang ditujukan untuk membenahi aparatur pemerintahan yang terjangkiti korupsi, melakukan pemerasan/pungli dan menerima suap. Empat puluh tahun kemudian, pada tahun 2017, Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan sapu bersih pungutan liar (saber pungli) dengan tujuan yang kira-kira identik dengan Operasi Tertib. Pada era Sukarno, dikeluarkan kebijakan pelaporan harta pejabat negara, yang kemudian kebijakan yang sama lahir kembali pada awal reformasi melalui UU No. 28 Tahun 1999...

Continue Reading →

Salafy Jihadisme di Indonesia, Solahudin

Nabilah Munsyarihah Bagi generasi milenial, fenomena jihad di Indonesia seperti barang baru. Apa yang yang paling diingat dari fenomena jihad di Indonesia? Bom Bali? Bom Natal Gereja di Mojokerto yang menewaskan Banser bernama Riyanto? Atau mungkin Ambon dan Poso? Semua itu adalah peristiwa ketika kelompok jihad sudah mengenal Salafisme. Sejatinya, ajaran jihad yang otentik tokoh Indonesia sudah lebih dulu ada dan beroperasi menentang republik sejak lahirnya Indonesia.  Buku NII sampai JI: Salafy Jihadisme di Indonesia ini menarasikan dengan apik sejarah kelompok-kelompok Jihadi di Indonesia terutama dalam periode 1940-an sampai 2002. Membaca buku ini tidak seperti membaca buku tentang kelompok Islam...

Continue Reading →

Hiroshima

Dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima adalah salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah yang sampai sekarang, bahkan nanti, tidak akan terlupakan. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 6 Agustus 1945 ini mencatatkan rekor baru, yaitu penggunaan bom atom dalam peperangan untuk pertama kalinya di panggung sejarah dunia. Hiroshima menjadi sasaran percobaan pertama proyek yang dinamai Manhattan Project tersebut. Dan dampak yang ditimbulkan proyek yang menelan US$1,89 miliar itu sungguh luar biasa. Setelah pengeboman tersebut Jepang menyerah kepada Sekutu di Perang Dunia II. Dan dampak yang sangat menyentuh sisi kemanusiaan adalah terbunuhnya ratusan ribu orang dan masih banyak korban yang harus menanggung cacat...

Continue Reading →

Hiroshima – Ketika Bom Dijatuhkan

Siti Imroatus Sholihah Cerita ini diawali saat keenam orang selamat memulai aktivitas nya dipagi hari pada 6 Agustus 1945, beberapa saat sebelum bom dijatuhkan. NonaToshioka Sasaki, seorang juru tulis di departemen personalia sebuah perusahaan, pagi itu ia sedang berbicara dengan gadis disebelah nya. Dokter Masazaku Fujii, seorang pemilik rumah sakit swasta, baru saja duduk dengan nyaman diterasnya. Nyonya Hatsuyo Nakamura, seorang penjahit yang sudah menjadi janda dengan 3 orang ank, sedang melihat pemandangan aneh dari jendela rumah nya. Pastur Wilhelm Kleinsorge, seorang pendeta Jerman, sedang membaca masalah Penginjilan. Dokter Terufumi Sasaki, seorang dokter bedah muda, sedang berjalan dikoridor rumah sakit...

Continue Reading →

PKK: Tangan Panjang Orde Baru Mendefinisikan Keperempuanan

Fitriana Hadi Kesalahan berulang-ulang pemerintah dalam sektor pembangunan saya kira adalah menyamaratakan program di desa sesuai dengan kota tanpa memperhatikan kebutuhan desa. Tengoklah program Keluarga Berencana (KB). Di daerah padat penduduk seperti perkotaan, program ini tentu akan sangat bermanfaat untuk menekan jumlah penduduk, yang berdampak pada ketersediaan lahan, pangan, hingga penyerapan tenaga kerja yang maksimal. Tetapi, bagaimana jika program itu diwajibkan di desa, di mana anak justru menjadi tenaga kerja yang penting?  Pepatah “banyak anak banyak rejeki” mungkin memang sangat berlaku di pedesaan karena banyak tanah yang harus digarap jika tidak dirampas pemilik modal, banyak hasil bumi yang harus dipanen, hingga...

Continue Reading →

Parlindoengan Loebis di Kamp Nazi

Oleh: J Anto Parlindoengan Loebis, aktivis pergerakan tahun 1930-an, Ketua Perhimpunan Indonesia 1937-1940 dan dokter dari Sekolah Tinggi Kedokteran Leiden, menjadi satu-satunya orang Indonesia yang selamat dan menuliskan kisahnya selama 4 tahun dijebloskan di kamp konsentrasi Nazi yang terkenal kejam. Amsterdam, 26 Juni 1941, hari naas yang tidak dapat kulupakan. Ketika itu kira-kira pukul satu siang. Aku sedang makan dengan istriku, Jo. Aku dengan istriku baru menikah tiga bulan. Kami masih dalam suasana bulan madu. Oleh karena perang dan tak bisa pulang ke tanah air, saat itu aku membuka praktek di Amsterdam setelah lulus Sekolah Tinggi Kedokteran di Leiden.....  Tiba-tiba...

Continue Reading →