Berita Buku

“Londo Ireng” dari Afrika, bukan Ambon

Zwarte Hollanders, belum lama berselang terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul Serdadu Afrika di Hindia Belanda. Penulisnya Ineke van Kessel. Siapakah serdadu Afrika itu? “Serdadu Afrika di Jawa dikenal dengan nama Londo Ireng, Belanda Hitam. Mereka direkrut dari Afrika Barat pada abad ke-19, kemudian dibawa ke Hindia-Belanda, dijadikan serdadu dan bergabung dalam KNIL. Status mereka sama seperti serdadu Belanda,” jelas Ineke van Kessel pada Radio Nederland, sebagaimana dilansir situs web radio itu, Kamis (29/9/2011). Mendengar istilah Londo Ireng, banyak orang menduga yang dimaksud adalah orang-orang Ambon yang bekerja sebagai serdadu Belanda. Memang ada kerancuan dalam hal ini, karena banyak juga...

Continue Reading →

Menyibak Perjuangan Masa Revolusi di Kota Bogor

Bogor Masa Revolusi 1945-1950

Melati Salamatunnisa Oktaviani Penulis di Mediaindonesia.com JANGAN sekali-kali meninggalkan sejarah, pesan mantan Presiden Soekarno kala menyampaikan pidato terakhir pada 17 Agustus 1966.    Pidato Jasmerah tersebut mengajari kita untuk selalu mengingat sejarah terlebih mempelajarinya karena sejarah menanamkan rasa cinta tanah air dengan memperkenalkan para pejuang yang rela berkorban jiwa, raga, serta harta demi mengusir penjajah dari Tanah Air. Sebagai bangsa yang besar, sudah sepatutnya kita menghormati jasa para pahlawan.    "Sejarah adalah salah satu cara untuk memprediksi dan memenangi masa depan. Akan tetapi, tidak banyak buku tentang kota dan tokoh-tokoh Kota Bogor," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ketika...

Continue Reading →

Sukarno Sang Pemimpin Islam

Syaifullah Amin Soekarno, sang putra fajar proklamator dan presiden pertama Republik Indonesia bukan hanya seorang pemimpin bangsa indonesia saja, Soekarno adalah sosok pemimpin Islam berkaliber internasional. Soekarno terbukti memiliki pengaruh yang sangat hebat bagi dunia Islam. Bahkan, pengaruhnya meluas hingga ke Amerika dan Afrika yang mayoritas penduduknya bukan beragama Islam. Ini terungkap dalam Bedah Buku Sukarno dan Modernisme Islam karya Prof. M Ridwan Lubis yang digelar oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama Republik Indonesia di Hotel Millenium Jakarta, (1/11/2012). Dalam pemaparannya, Ridwan Lubis menjelaskan, Soekarno memiliki beberapa sisi dalam hidupnya. Sisi-sisi tidak mungkin dapat ditulis dalam...

Continue Reading →

Melihat Perjuangan Rakyat Bogor

Bogor Masa Revolusi 1945-1950

Hafidz Muftisany Jurnalis Republika.co.id    Tidak banyak buku sejarah seperti ini: penting, menarik, menyenangkan, sekaligus ilmiah. Penting karena buku ini mengisahkan perjuangan rakyat Bogor di masa revolusi (1945-1950): sebuah topik langka. Sejauh ini hanya ada dua buku dengan topik sejenis, tetapi bukan disajikan untuk umum, melainkan untuk memenuhi keperluan dinas pemerintahan di Kabupaten Bogor.    Menarik karena dihiasi foto-foto langka yang eksklusif dan menampilkan cukup banyak riwayat tokoh lokal di Bogor. Selama ini para tokoh itu hanya diketahui masyarakat sebagai nama jalan, seperti Jl KH Sholeh Iskandar, Jl KH Abdullah bin Nuh, Jl Kapten H Dasuki Bakri, dan Jl H...

Continue Reading →

Atas Nama Berdikari

Rahadian Rundjan Jurnalis historia.id Pemilihan umum presiden kian dekat. Tiap calon mengusung misi dan visi masing-masing. Walau masalah berlawanan, dalam bidang ekonomi juga bersepakat bahwa ekonomi Indonesia harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Prabowo mengatakan “ekonomi kerakyatan” sedang Jokowi “ekonomi berdikari”. Jargon-jargon seperti itu bukan barang baru. Di masa pemerintahan Soekarno, gagasan kemandirian ekonomi sudah diserukan, "bahkan menggunakan sebuah hubungan pribadi pembangunan," ujar Amiruddin Al-Rahab, penulis buku Ekonomi Berdikari Soekarno , dalam diskusi di Freedom Institute, Menteng, 26 Juni 2014. Turut hadir pula Peter Kasenda sebagai pembicara dan Wilson sebagai moderator. Menurut Amiruddin, Sukarno ingin mengubah ekonomi Indonesia yang...

Continue Reading →

Lebih Dekat dengan Museum Nasional

Risa Herdahita Putri Jurnalis historia.id Gedung Arca, Gedung Perabot, lalu kini menjadi Gedung Gajah atau Museum Gajah. Begitulah, dari masa ke mana, masyarakat menjuluki Museum Nasional Indonesia. 240 tahun lalu, tepatnya pada 24 April 1778, cikal bakal Museum Nasional didirikan, yaitu Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG). Salah satu penggagasnya seorang pejabat VOC, Jacobus Cornelis Mattheus Rademacher. Lembaga independen ini didirikan untuk memajukan penelitian, khususnya dalam bidang seni, arkeologi, etnologi, biologi, dan sejarah. Kala itu, masyarakat Eropa keranjingan dengan pemikiran-pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan. “Ada semacam penciptaan ilmu pengetahuan untuk mengenal jajahan, seperti munculnya kajian indologi,” kata sejarawan Bonnie...

Continue Reading →

Bedah Buku Sumatera Tempo Doeloe

Pada Jum'at 04 Maret 2011 telah diselenggarakan bedah buku Sumatera Tempo Doeloe yang diadakan oleh Komunitas Bambu bekerjasama dengan LKBN ANTARA. Bedah buku ini dimoderatori oleh Uswatul Chabibah (Pemimpin Redaksi Komunitas Bambu) dan dua pembicara: Basyral Hamidy Harahap sejarawan yang banyak menulis buku mengenai Sumatra dan Dewi Anggraeni sebagai penyunting buku Sumatera Tempo Doeloe. Sumatera Tempo Doeloe merupakan buku yang mengulas mengenai Pulau Sumatera. Buku yang disusun oleh Anthony Reid ini sebenarnya tidak ditujukan kepada pembaca Indonesia. Buku ini disusun berdasarkan permintaan Oxford University Press guna melengkapi seri catatan perjalanan ke Asia Tenggara. Pembahasan yang dibahas berupa dokumentasi sejarah mengenai...

Continue Reading →

Kontroversi Kepahlawanan Paderi Kembali Mengemuka

Greget Tuanku Rao

Nu.or.id Mencuatnya kontroversi seputar kepahlawanan Paderi di media-media massa akhir-akhir ini telah mengusik para sejarawan dan akademisi untuk kembali meluruskan sejarah seputar perang Paderi. Majalah Tempo edisi 34/XXXVI/15-21 Oktober 2007, misalnya, menurunkan laporan khusus mengenai kontroversi kebrutalan Kaum Paderi yang terjadi dalam perang di dataran tinggi Minangkabau (1803-1837). Laporan itu dipicu oleh dipublikasikannya kembali buku Mangaraja Onggang Parlindungan, Pongkinangolngolan Sinamabela gelar Tuanku Rao: Teror Agama Islam Mazhab Hambali di Tanah Batak, 1816-1833 (Yogyakarta: LKiS, 2006) (pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Tandjung Pengharapan, Djakarta, [1964]) dan satu buku lain karangan Basyral Hamidy Harahap, Greget Tuanku Rao (Komunitas Bambu, 2007).<> Dalam buku...

Continue Reading →

Brawijaya Public Lecture Series Bahas Budaya dan Laman Batas di Indonesia

Pusat Studi Budaya dan Laman Batas (Center for Culture and Fontier Studies - CCFS) Universitas Brawijaya mengadakan acara Brawijaya Public Lecture Series dalam rangka memperkenalkan ide dan permasalahan-permasalahan yang berada pada laman batas melalui pendekatan budaya. Serangkaian acara yang dimulai dari hari Kamis (23/5) hingga Jumat (24/5) ini mengundang beberapa pembicara nasional dan internasional yang ahli dalam halhal terkait budaya dan isu laman batas di Indonesia. Kegiatan ini dimulai dengan Kuliah Umum mengenai Bahasa dan Sastra dalam Perspektif Ketahanan Budaya dengan pemateri utama Eka Budianta (Anggota Dewan Pakar Badan Pelestarian Pusaka Indonesia) dan A. Effendi Kadarisman, Ph.D (Pakar Linguistik). Kemudian...

Continue Reading →

Misbach Yusa Biran dan Sejarah Film Indonesia

Amalia Sekarjati Kontributor Kineforum Saya seorang mahasiswi semester tiga di suatu perguruan tinggi swasta. Senin, 9 November 2009, saya harus ikut serta di Ujian Tengah Semester (UTS). Andaikan, saat UTS nanti ada soal “Sebutkan nama-nama pekerja film Indonesia!” saya pasti akan menulis nama Riri Riza, Nia Dinata, Joko Anwar, Upi, Mira Lesmana, Rudi Soedjarwo, Monty Tiwa, dan nama-nama aktor aktris yang segudang. Namun, setelah saya menghadiri launching dan diskusi buku Sejarah Film 1900-1950: Bikin Film di Jawa karangan Misbach Yusa Biran, maka jawaban saya pasti berbeda. Saya pasti akan turut menyebutkan nama Misbach Yusa Biran, Teguh Karya, Usmar Ismail, Djajakusumah, Sjumandjaja dan sejumlah orang...

Continue Reading →

Translate »