Komunitas Bambu

Parlindoengan Loebis di Kamp Nazi

Parlindoengan Loebis di Kamp Nazi 1

Oleh: J Anto Parlindoengan Loebis, aktivis pergerakan tahun 1930-an, Ketua Perhimpunan Indonesia 1937-1940 dan dokter dari Sekolah Tinggi Kedokteran Leiden, menjadi satu-satunya orang Indonesia yang selamat dan menuliskan kisahnya selama 4 tahun dijebloskan di kamp konsentrasi Nazi yang terkenal kejam. Amsterdam, 26 Juni 1941, hari naas yang tidak dapat kulupakan. Ketika itu kira-kira pukul satu siang. Aku sedang makan dengan istriku, Jo. Aku dengan istriku baru menikah tiga bulan. Kami masih dalam suasana bulan madu. Oleh karena perang dan tak bisa pulang ke tanah air, saat itu aku membuka praktek di Amsterdam setelah lulus Sekolah Tinggi Kedokteran di Leiden.....  Tiba-tiba...

Continue Reading →

Julia’s Jihad : How to Write Like Julia

JULIA’S JIHAD Tales of the Politically, Sexually and Religiously Incorrect: Living In the Chaos of the Biggest Muslim

This is the book that I have never finished it yet. Nope, it is not because about the book’s quality, but my reading quality *LOL* I can choose the skimming way, but I think it will be prohibited for this interesting book. But for your pleasure, I’ve read a half of this book, and I hope my review can give a good explanation what you will get from there. OK for the first look at the cover. This is a female Petruk. Petruk is one of the Punakawan, Indonesian character for funny and satire, especially when we want to grumble...

Continue Reading →

Memori Kolektif dan Perubahan Jakarta dalam Kenangan Anak Menteng

Memori Kolektif dan Perubahan Jakarta dalam Kenangan Anak Menteng 2

Catatan harian atau catatan perjalanan sudah lazim dipakai sebagai salah satu sumber sejarah. Misalnya saja di zaman Hindia Belanda, ada seorang ahli hukum yang suka menulis bernama Willem IJsbrantz Bontekoe, yang hidup semasa dengan Jan Pieterszoon Coen. Bukunya yang berjudul Avonturelycke reyse naar Oost-Indien terbit pada 1646 dan sebelum tahun 1800 sudah dicetak kembali sebanyak 70 eksemplar dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa Prancis, Jerman, Inggris, juga Jawa dan Sunda. Bontekoe boleh dibilang selaris Jan Huygen van Linschoten, perintis penulis cerita perjalanan ke Timur. Kisah-kisahnya diterbitkan dalam Intenerario yang pada abad ke-16 sudah dicetak ulang berkali-kali, serta diterjemahkan dalam bahasa Inggris,...

Continue Reading →

Buku di Senjakala – Eko Prasetyo #6 – Sumbangan Islam Pada Ilmu dan Peradaban Modern karya SI Poeradisastra

Buku di Senjakala - Eko Prasetyo #6 - Sumbangan Islam Pada Ilmu dan Peradaban Modern karya SI Poeradisastra 3

https://youtu.be/j2UDdjaLVIU #BukudiSenjakala episode 7, 6 Mei 2020 jam 19.00-20.00 WIB membahas buku Sumbangan Islam Pada Ilmu dan Ilmu dan Peradaban Modern karya SI Poeradisastra dengan narasumber Eko Prasetyo, yang merupakan pendiri Imam besar Social Movement Institute. Dalam live IG Komunitas Bambu 6 Mei 2020 ini Eko Prasetyo sangat pantas sebagai tamu yang membahas buku Sumbangan Islam Pada Ilmu dan Ilmu dan Peradaban Modern karya SI Poeradisastra alias Boejoeng Saleh, salah satu tokoh PKI yang dibuang ke Pulau Buru. Sebab ia tengah meneliti dengan serius bagaimana Islam di masa lalu membuat terobosan dan ternyata ua menemukan jawabannya pada pemahaman bahwa Islam dan...

Continue Reading →

Buku di Senjakala #6 – Ahmad Arif – Mustikarasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno

Buku di Senjakala #6 - Ahmad Arif - Mustikarasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno 4

https://www.youtube.com/watch?v=dPDiUxSr-DA&feature=youtu.be #BukudiSenjakala episode 6, 2 Mei 2020 jam 19.00-20.00 WIB membahas buku Mustikarasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno dengan narasumber Ahmad Arif. Ahmad Arif sebagai jurnalis Kompas sekaligus peneliti pangan lokal membahas buku Mustikarasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Sukarno dengan melihatnya sebagai kedewasaan berpikir sang proklamator RI itu. Sukarno menyadari bahwa masa depan Indonesia itu kedaulatannya ditentukan sekali oleh keanekaragaman sumber pangan dan tidak terbatas arau mentok di nasi apalagi terigu atau gandum. Terjebak pada ketiga sumber pangan ini sebagaimana terjadinkini maka boleh dikatakan Indonesia belum merdeka atau bohongan merdekanya. Kemerdekaan bangsa bahkan tubuh tuao individu orang Indonesia itu tidak...

Continue Reading →

Mustika Rasa

Mustika Rasa 5

Buat saya pribadi, Bung Karno adalah satu-satunya presiden yang benar-benar serius menggarap urusan Kedaulatan Pangan, bukan sekadar menggaungkan istilah Ketahanan Pangan ataupun Swasembada Pangan. Proses penyusunan buku ini adalah wujud keseriusan itu, bukan sekadar hasil akhirnya. Presiden pertama ini memahami betul bahwa makanan adalah produk kebudayaan dan turut menjadi alat politik. Buku ini adalah satu-satunya buku resep keluaran pemerintah, dan dibuat dengan melibatkan pemerintah daerah melalui memo resmi dari Menteri Pertanian. Proses pengumpulan datanya sendiri sepertinya turut menjadi bagian dari strategi untuk membuat pejabat-pejabat daerah memperhatikan urusan pangan dengan lebih serius. Buku yang sangat tebal (lebih dari 1.200 halaman) ini...

Continue Reading →

Memperalat Ibu

Memperalat Ibu 6

Ulasan ini diterbitkan majalah POTRET: Media Perempuan Aceh, Edisi 56 Tahun IX Gamang! Itulah situasi yang dihadapi para pegiat hak-hak perempuan di lapangan, ketika menghadapi organisasi perempuan yang tua dan ‘mengakar’, bernama PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga). Di satu sisi, organisasi ini terlanjur dekat dan melekat pada ibu-ibu di akar rumput, di sisi lain, cara kerjanya yang paternalistik dan top-down bertentangan dengan semangat gerakan perempuan yang lahir untuk membebaskan perempuan dari setiap relasi yang hierarkis dan menindas. Kegamangan tersebut, sering dihadapi terutama oleh generasi yang lahir setelah tahun 70-80an, yang karena ‘mengakarnya’ PKK ini, hingga tidak mudah bagi generasi kini untuk...

Continue Reading →

‘State Ibuism’ is not dead, it’s not even past

‘State Ibuism’ is not dead, it’s not even past 7

The name Julia Suryakusuma is a familiar one for readers. Through her columns, she touched upon a wide range of social and political topics and has contributed some of the most succinct and insightful commentaries on contemporary Indonesia available. 

Not all readers will realize that Julia’s unrelenting humanity, incisiveness and humor have a deep and influential history in the social sciences and beyond. 

Permit me a personal example. In January 1997, I was in the midst of pursuing my Ph.D. degree in cultural anthropology at Stanford University. I had been working with gay, lesbian and transvestite Indonesians since 1992 and...

Continue Reading →

Gambaran Taman-Taman di Jawa Kuno yang Imajinatif

Gambaran Taman-Taman di Jawa Kuno yang Imajinatif 8

Materi untuk acara #bukudisenjakala episode 5, 28 April 2020 membedah buku “Taman-Taman di Jawa” karya Dennys Lombard bersama Yoshi Fajar Kresno Murti[1] Buku “Taman-Taman di Jawa” ditulis dengan intensi seorang (sejarawan) Prancis yang begitu mencintai Jawa. Hal ini terlihat dari seluruh alasan dan kesimpulan dari dituliskannya buku ini (yang sesungguhnya sebuah artikel panjang di jurnal Arts Asiatiques, Jilid XX, Hal. 135 - 183, Tahun 1969), dengan sendirinya telah mengatakan dengan jelas. Gagasan utama pencarian taman-taman di Jawa oleh Lombard, salah satunya, dilandasi latar belakang pencarian taman-taman di Asia Tenggara sebagai bahan perbandingan taman-taman di wilayah lain, yaitu Persia, India, Tiongkok, dan...

Continue Reading →