Resensi Buku

Luar-Dalam Sitor Situmorang, Manusia Indonesia

Luar-Dalam Sitor Situmorang, Manusia Indonesia 1

Judul: Menimbang Sitor Situmorang. Penulis: VS Naipaul dkk. Penerbit: Komunitas Bambu. Waktu terbit: Oktober, 2009. Jumlah hal: xiv+283 hal. Harga: Rp 70.000. Dalam kesusastraan, Sitor dikenal sebagai angkatan 45, yang berarti seangkatan dengan nama-nama seperti Chairil Anwar, Idrus, dan Asrul Sani. Di antara nama-nama yang tak tergantikan dalam sejarah sastra Indonesia itu, Sitor menempati kedudukan yang istimewa. Selain menulis puisi, prosa, dan drama, sejak dekade 1950-an Sitor juga terlibat aktif dalam berbagai polemik kebudayaan, khususnya dalam perdebatan arah bentuk kebudayaan Indonesia. Perjalanan Sitor selama tiga tahun di Eropa memberikan pengaruh yang kuat dalam karya-karyanya, tetapi ini tak berarti menghapus pengaruh tanah kelahirannya, Harianboho, Sumatra Utara....

Continue Reading →

Korupsi Dalam Silang Sejarah Indonesia: Dari Deandels (1808-1811) sampai Era Reformasi

Korupsi Dalam Silang Sejarah Indonesia: Dari Deandels (1808-1811) sampai Era Reformasi 2

Korupsi menjadi masalah yang sejak dulu menghantui Indonesia sebelum menjadi bangsa maupun menjadi negara bahkan masih ada sampai sekarang ini. Jika melihat sejarahnya masalah korupsi tidak terlepas dari adanya budaya upeti (kado) pada zaman kerajaan-kerajaan di Nusantara. Semakin melimpah dengan kedatangan bangsa eropa yang awalnya untuk menyewa tanah atau untuk berdagang. Ini membuka jalan kepada pejabat pribumi untuk bertindak korup dan berkembang serta berlanjut seterusnya. Jika melihat sejarahnya atau polanya korupsi sepertinya selalu berulang dan kembali. Secara harfiah korupsi adalah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidak jujuran, dapat disuap, dan penyimpingan. Korupsi adalah masalah serius yang dapat membahayakan stabilitas dan keamanan masyarakat...

Continue Reading →

Saatnya Menulis Sejarah Korupsi di Daerah

Saatnya Menulis Sejarah Korupsi di Daerah 3

Sebagai peneliti sejarah dan memiliki latar belakang pendidikan ilmu sejarah, membaca buku Korupsi Dalam Silang Sejarah Indonesia dari Daendels (1808-1811) sampai Era Reformasi karya Peter Carey cs, hati ini tergelitik. Saat menempuh pendidikan S1 1998-2002, isu korupsi tak pernah dibahas dalam bangku perkuliahan. Sejarah tematik lebih banyak berkutat tentang sejarah perkotaan, gerakan sosial, maritim, pedesaan, militer, sosial ekonomi, termasuk sejarah pers. Buku  ini membukakan mata, sejarah korupsi dalam perjalanan bangsa sejak era kolonial Belanda sampai era reformasi sudah mendarah daging. Isu korupsi makin seksi untuk dibicarakan. Kondisi kekinian, DPR dan Presiden Jokowi kompak merevisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meski...

Continue Reading →

Penghancuran Kelas Pekerja: Peran Angkatan Darat & Negara Sekutu dalam Gerakan Kontra Revolusi 1965

Penghancuran Kelas Pekerja: Peran Angkatan Darat & Negara Sekutu dalam Gerakan Kontra Revolusi 1965 4

Arif Novianto Asisten Peneliti di Magister Administrasi Publik (MAP) UGM Urusan Indonesia berkembang dalam cara yang terlihat menggembirakan. Umat Islam membakar kantor pusat PKI di Djakarta semalam dan sepertinya mereka bergerak menyerang orang-orang Komunis di antero negeri… Untuk pertama kalinya, Angkatan Darat tidak mematuhi perintah Soekarno. Jika hal ini berlanjut dan PKI dibersihkan… kita akan memiliki hari baru di Indonesia. (George Ball, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, 08 Oktober 1965) Ada “Sebuah Fajar Baru”, ada “Secercah Cahaya di Asia” begitu judul berita yang terbit di New York Times. Sementara majalah Time menulis tentang adanya “berita terbaik untuk Barat dari...

Continue Reading →

Pram: “Penantang Abadi”

Saya Ingin Lihat Semua Ini Berakhir: Esei dan Wawancara dengan Pramoedya Ananta Toer

Bandung Marwadi Pendiri Kabut Institut Buku Saya ingin Lihat Semua Ini Berakhir menjadi pengulangan dari pembicaraan mengenai biografi dan teks-teks sastra Pramoedya Ananta Toer. August Hans den Boef dan Kees Snoek menjadi juru bicara Pram dalam suatu pesona biografi kesusastraan dan politik. Pesona itu justru membuat buku ini kurang memberikan sesuatu yang lain (greget) untuk pembaca. August Hans den Boef mengungkapkan kisah di balik publikasi esainya dengan dramatis: “Ketika saya mendengar dari Kees Snoek bahwa Pramoedya meninggal dunia, maka saya pun sibuk mencari sigaret kretek di Amsterdam, tetapi baru di Den Hag saya menemukannya. Sambil menikmati sigaret kretek itu, saya...

Continue Reading →

Serdadu Afrika di Hindia Belanda

Serdadu Afrika di Hindia Belanda 5

Handoko Widagdo Penulis dan Pemerhati Buku Informasi tentang serdadu Afrika di Hindia Belanda sangat sedikit yang diketahui di Indonesia. Ineke van Kessel menulis bahwa tidak ada penerbitan akademis lain dalam Bahasa Indonesia mengenai sejarah menarik ini, selain thesis Endri Kusruri (dan buku terjemahan ini), sejarawan Indonesia asal Purworejo (hal. xi). Padahal keterlibatan serdadu Belanda Hitam sangat penting dalam perjalanan sejarah Hindia Belanda. Misalnya tentang bagaimana keterlibatan serdadu Afrika yang direkrut dalam aksi polisional setelah Kemerdekaan Indonesia untuk melawan para nasionalis Indonesia, khususnya Sukarno. Bukankah Sukarno telah mengilhami gerakan kemerdekaan bangsa-bangsa Asia dan Afrika, bagaimana mungkin orang-orang Afrika yang jadi tentara...

Continue Reading →

Sumpah Pemuda: Jatuh Bangun Pencarian Simbol Kebangsaan

Sumpah Pemuda: Jatuh Bangun Pencarian Simbol Kebangsaan 6

Dedy Ahmad Hermansyah Sumpah Pemuda merupakan sebuah simbol penting bagi bangsa Indonesia. Ia menjadi satu momen dalam sejarah di mana nilai-nilai persatuan sebagai satu bangsa diperbincangkan dan dirumuskan. Di sana ada perdebatan panjang serta penuh konflik berkaitan dengan bentuk persatuan yang ideal, yang saling tumpang tindih dengan kepentingan kekuasaan di masing-masing rezim. Mempelajari serta memahami baik sisi terang dan gelap sejarah Sumpah Pemuda ini mutlak dibutuhkan untuk membangun sikap kritis. Untuk itu, segala gelagat dari pihak mana pun yang mencoba menutup ruang bagi kajian kritis kepada sejarah dan memaksakan satu versi mestilah dikritik dan dilawan. Dengan semangat itulah Keith Foulcher...

Continue Reading →

Soekarno: Hari Terakhir atau Hari-hari Diakhiri

Soekarno: Hari Terakhir atau Hari-hari Diakhiri 7

Nur Iman Subono identitas prismajurnal.com Teka-teki Tidak Akan Selesai Buku berjudul Hari-hari Terakhir Sukarno ini adalah salah satu dari tulisan-tulisan Soekarno dengan berbagai sudut pengamatan dan periode tertentu. Ini berarti, saat-saat paling kritis dalam perjalanan bangsa Indonesia di mana pemimpinnya yang bernama Soekarno tinggal menghitung hari karena kuat tapi pasti kekuasaannya, pengaruhnya, dasar pendukungnya, dan juga seluruh jabatannya yang lebih besar daripada statusnya. . Apakah ini kehebatan atau kenaifan Soekarno yang sebetulnya masih bisa melakukan kebalikan dalam saat-saat kritis politik itu, karena nyatanya masih banyak pendukungnya, termasuk kesatuan dan individu-individu dalam karya militer, tidak bisa mengambil kesempatan itu. Tidak mau...

Continue Reading →

Esai dan Wawancara Bersama Pramoedya Anata Toer

Saya Ingin Lihat Semua Ini Berakhir: Esei dan Wawancara dengan Pramoedya Ananta Toer

Irwan Apriansyah Segara Penggiat Sastra di Sindikat Rawarawa dan Susastra Sangat jarang ada buku seperti ini. Buku ini berisi esai dan wawancara bersama Pram. Selain itu juga melihat bagaimana orang Belanda sendiri memberikan uraian dan kritik terhadap salah satu pengarang Indonesia yang pernah menjadi nominator Nobel ini. August Hans den Boef, esais Belanda, dengan tegas menguraikan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada masa Pram masih hidup beserta kronologis karya-karyanya. Ia memaparkan bagaimana situasi sosial politik di Indonesia, terutama pada masa pemerintahan Sukarno dan rezim Soeharto. Pada dua masa ini, Pram mengalami penahanan karena melancarkan kritik terhadap pemerintah yang merendahkan martabat kaum Tionghoa....

Continue Reading →

Musim Menjagal: Melawan Narasi 1965 Orde Baru

Musim Menjagal: Melawan Narasi 1965 Orde Baru 8

Fahmi Sirma Pelu Buku berjudul ​Musim Menjagal (2018) itu nampak berdiri tegak di atas meja, tepat di bagian paling depan ruang seminar Magister Administrasi Publik (MAP) UGM​.​ Dalam acara diskusi MAP Corner UGM pada Selasa (9/10) dihadirkan dua orang pembicara utama, yakni Yoseph Yapi Taum, dosen Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma, dan Najib Azca, dosen Sosiologi UGM, untuk membedah buku ​Musim Menjagal milik Geoffrey Robinson. ​Arif Novianto, moderator diskusi, memberi pengantar perihal buku yang diterjemahkan oleh Komunitas Bambu dari versi bahasa Inggrisnya yang berjudul The Killing Season: A History of the Indonesian Massacres, 1965-1966 (2018 )ini. Buku ini menjabarkan tentang tragedi kemanusiaan yang terjadi...

Continue Reading →