Obral!

Melintasi Dua Jaman: Kenangan Tentang Indonesia Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan

Seorang perempuan berjuang untuk melawan diskriminasi rasial terhadap identitas dirinya yang peranakan. Inilah buku perjalanan hidup dari seorang Elien Utrecht yang berandil besar dalam konteks sejarah kolonial.

Rp40,000.00 Rp26,000.00

Book Details

Berat 0.335 kg
Dimensi 14 × 21 cm
Pengantar

Galuh Wandita

ISBN

979-3731-06-0

Cetakan

Cetakan I

Edisi

Satu Bahasa

Penerbit

Komunitas Bambu

Tahun Terbit

2006

Jenis Kertas

Hvs

Jilid Buku

Soft Cover

Keterangan Isi

Hitam Putih

Ketebalan Buku

xiv + 290 hlm

About The Author

Elien Utrecht

Kisah seorang anak zaman yang dibentuk dan membentuk konteks sejarah kolonial Hindia-Belanda, pendudukan Jepang, dan masa pasca kemerdekaan di Indonesia. Selalu dipandang lain karena darahnya ‘tidak murni’. Kenangan masa kecil dipenuhi apresiasi terhadap keindahan alam Indonesia. Namun, menjelang remaja ia mulai bertanya tentang ketidakadilan dan pola hubungan antar ras. Ia menjadi saksi atas harapan dan kegagalan revolusi. Ia juga menjadi pertemuan dua bangsa. Lahir dari darah dua bangsa, tetapi dikelompokkan sebagai masyarakat bangsa kolonial.


Testimoni

Elien Urtech (1921) melukiskan jalan hidupnya dengan tekanan utama pada periode Indonesia yang baru mereka. Ia menulis dengan cara yang sangat terkendali dan berimbang, sebagai seorang pengamat yang cerdas, dan tidak berpikir hitam-putih. Dalam genre kenang-kenangan tentang Hindia, buku ini tergolong bermutu, juga karena kehidupan di masa pemerintahan Soekarno yang jarang dilukiskan, serta menampilkan potret Ernst Utrecht secara memikat. – Dr. Harry A. Poeze, Sejarawan dan Direktur KITLV Press

Kenangan hidup Elien Urtech adalah sebuah kado yang tak ternilai bagi generasi sekarang. Sebuah cerita bagaimana seorang perempuan Indonesia, membuat pilihan-pilihan yang sulit dalam masa-masa yang sulit, menganyam kehidupan berkeluarga sebagai seorang ibu dan istri, berinteraksi dengan perkembangan dan pergolakan politik di sekitarnya, mencoba mengatasi dalam tindakan kesehariannya kecurigaan antar ras dan agama, jurang pemisah antara miskin dan kaya. Tantangan-tantangan yang dihadapi Elien di masa lalu masih relevan pada saat sekarang. – Galuh Wandita, Pekerja HAM di Timor Leste

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Melintasi Dua Jaman: Kenangan Tentang Indonesia Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *