Bom Bakteri dan Vaksin Maut: Rōmusha, Maruta & Unit 731

Rp171,000Rp190,000

Menguak sejarah eksperimen keji pembuatan senjata biologis tentara kolonial Jepang. Buku terbaru Aiko Kurasawa, sejarawan ahli utama kolonialisme Jepang ini ditulis bersama sejarawan ahli Unit 731, Takao Matsumura.

50 in stock

Menguak sejarah eksperimen keji pembuatan senjata biologis tentara kolonial Jepang. Mereka membentuk Unit 731 dan merekrut ilmuwan untuk bikin bom bakteri serta vaksin maut. Senjata biologis itu langsung diujicoba ke manusia. Dari Indonesia sampai Tiongkok ratusan bahkan ribuan orang mati mengerikan di laboratorium atau meja bedah rumah sakit. Korbannya para pekerja paksa (rōmusha) dan tawanan perang (maruta).

Saking keji praktik ini ditutupi dengan menciptakan kambing hitam, seperti kasus hukum mati Achmad Mochtar. Direktur Lembaga Eijkman ini dipaksa mengakui eksperimen keji Unit 731 di Klender, Jakarta. Namun, sejarah ini tak cukup dimanipulasi, lalu digelapkan Jepang yang kalah perang. Begitu juga Amerika yang memenang perang. Para pelakunya dibebas dari hukuman dibarter hasil-hasil eksperimen keji Unit 731. Alhasil orang-orang yang terlibat dalam unit itu tetap punya koneksi dengan kelas penguasa dan memainkan peran bisnis dan politik kedokteran sampai saat ini di Jepang.

Buku terbaru Aiko Kurasawa, sejarawan ahli utama kolonialisme Jepang ini ditulis bersama sejarawan ahli Unit 731, Takao Matsumura. Mereka menggunakan dokumen rahasia militer untuk membuktikan kejahatan perang kuasa militer kolonial Jepang yang terstruktur.

Weight0.0314 kg
Dimensions14 × 21 × 4 cm
Penulis Buku

,

Cetakan

Dimensi

14 x 21 x 4 cm

Edisi

Tahun Terbit

Penerbit

Jilid Buku

Jenis Kertas

Keterangan Isi

Ketebalan Isi

xvi + 280 halaman.

ISBN

978-623-7357-54-4

Customer Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Bom Bakteri dan Vaksin Maut: Rōmusha, Maruta & Unit 731”