Sale!

Ruwatan Sukerta dan Ki Timbul Hadiprayitno

Buku ini menjelaskan mengenai Ruwatan Murwakala. Selain itu, buku ini juga memuat biografi dalang legendaris Ki Timbul Hadiprayitno.

Rp40,000.00 Rp26,000.00

Book Details

Weight 0.23 kg
Dimensions 14 × 21 cm
Pengantar

Drs. H. GBPH Yudaningrat, MM, Drs. Suparmin Sunjoyo

Penutup

Mohamad Sobary

ISBN

9786-0219-9540-2

Cetakan

Cetakan I

Edisi

Satu Bahasa

Tahun Terbit

2012

Penerbit

Yayasan Kertagama

Jenis Kertas

Book Paper

Jilid Buku

Soft Cover

Keterangan Isi

Hitam Putih

Ketebalan Buku

xviii + 206 hlm

About The Author

Sri Teddy Rusdy

Buku ini bukan saja menjabarkan soal Ruwatan Murwakala sebagai upacara yang historis dan merupakan tradisi penting orang Jawa, tetapi juga biografi dalang legendaris Ki Timbul Hadiprayitno. Malahan melalui penjabarannya penulis mampu menghadirkan refleksi filosofis yang penting terkait dengan ruwatan dan masalah-masalah kekinianmasyarakat Indonesia.


Testimoni:

“Buku karya Sri Teddy Rusdy yang akrab saya panggil Bethari Sri sangat penting bagi masyarakat dan patut mendapatkan apresiasi. Sebab buku ini menambah wacana baru, memperkaya penafsiran terhadap Lakon Ruwatan Murwakala yang merupakan salahsatu lakon popular di kalangan penikmat wayang, sekaligus dipercaya sebagian masyarakat Jawa sebagai sarana penyucian dan pembebasan diri dari petaka kutukan Batara Kala.”- Drs. H. GBPH Yudaningrat, MM., Keluarga Keraton Dalem Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kepala Dinas Kebudayaan Prov. DI Yogyakarta

“Dalam buku ini para pembaca dapat lebih mengenal Ki Timbul Hadiprayitno (almarhum), salah seorang tokoh utama pedalangan gagrak nyajogjakarta Hadiningrat yang konsisten, konsekuen, dan tidak tergoyahkan oleh berbagai godaan serta pengaruh dari luar yang dirasa akan mengurangi keedi-penian juga keadiluhungan gaya Yogyakarta tersebut.” – Drs. Suparmin Sunjoyo, Ketua Umum Dewan Pengurus Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI)

“Buku yang ditulis Ibunda Sri ini mengingatkan kita akan waktu. Batara Kala dalam wayang dapat ditafsir sebagai waktu. Dengan waktu kita tak bisa berkompetisi. Kita harus damai. Waktu hanya minta kita isi, dengan kegiatan apapun yang berharga, dan memberi makna bagi hidup kita. Orang yang mengabaikan waktu dicaplok waktu, dan hidupnya tak berharga. Suatu bangsa yang mengabaikan perkembangan dunia di sekitarnya, akan menjadi bangsa terpuruk, tidak maju, tidak modern, dan diganyang bangsa-bangsa lain. Bangsa seperti ini harus diruwat.” – Mohamad Sobary, Budaywan

 

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Ruwatan Sukerta dan Ki Timbul Hadiprayitno”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

If you agree to these terms, please click here.