“Kaum pergerakan mulai melihat adanya musuh yang jelas, yaitu kaoem kapitalisten yang mereka anggap sebagai sumber keterbelakangan rakyat Hindia. Gagasan sosialisme mulai meluas pada masa ini melalui aksi propaganda dan suratkabar.”
“Pemikiran sosialis yang berkembang pesat pada paruh pertama tahun 1920-an membawa perubahan penting dalam diskursus politik dengan memperkenalkan berbagai kategori baru, seperti kapitalis dan proletariat. Konflik pun bergeser dari perbedaan generasi (tua muda) ke perbedaan sosial dan kelas.”
“Dengan melihat kembali semua ukuran maupun nilai-nilai yang digunakan oleh Balai Poestaka, maka lembaga ini sebaliknya justru mewakili sikap politik reaksioner pemerintah kolonial terhadap perkembangan sosial-politik masyarakat Hindia Belanda.”
Hilmar Farid
Be the first to review “Pemuda, Pergerakan dan Sejarah: Kumpulan Esai di Prisma”