Obral!

NII Sampai JI: Salafy Jihadisme di Indonesia

Inilah buku yang memaparkan secara rinci pemikiran dan pergerakan kelompok-kelompok “jihadisme” Indonesia. Jauh sebelum Al Qaeda, pemikiran dan pergerakan jihad sudah ada lebih dulu di Indonesia melalui DI/TII.

Rp60,000.00 Rp36,000.00

Book Details

Berat 0.31 kg
Dimensi 15.5 × 24 cm
Pengantar

Greg Fealy

ISBN

979-3731-95-8

Cetakan

Cetakan I

Edisi

Satu Bahasa

Penerbit

Komunitas Bambu

Tahun Terbit

2011

Jenis Kertas

Book Paper

Jilid Buku

Soft Cover

Keterangan Isi

Hitam Putih

Ketebalan Buku

302 hlm

About The Author

Solahudin

Buku ini mengisi kekosongan studi sejarah Darul Islam pasca kekalahan DI/TII pada 1962. Selama ini studi tentang gerakan yang mencitacitakan negara Islam di Indonesia, seperti yang dilakukan Cees van Dijk, K.D. Jackson, dan Holk H. Dengel, fokus pada periode sebelum itu. Melalui penelitian atas dokumen-dokumen pengadilan yang dikonfirmasi ulang melalui wawancara para tokoh DI dan JI (Jamaah Islamiyah) serta penelitian dokumen-dokumen internal milik kelompok ini, buku ini berhasil membuka “jeroan” gerakan Darul Islam pasca 1962 serta JI sebagai organisasi “sempalan” DI/TII. Berbagai kasus yeng melibatkan gerakan jihad ini, yang selama ini masih samar, seperti kasus Komando Jihad, Teror Warman, Gerakan Usroh, pelatihan militer di Afghanistan hingga Bom Bali 2002 dipaparkan secara rinci.

Buku ini juga menggambarkan bagaimana paham yang mirip dengan ajaran salafy jihadisme sudah berurat akar di kalangan DI. Paham-paham ini diajarkan Sekarmadji Maridjan Kartosuwirjo kepada para pengikutnya di Darul Islam. Itu juga salahsatu alasan kenapa paham yang kerap dikaitkan dengan Al Qaida ini bisa menemukan tanah yang begitu subur di Indonesia. Tak hanya itu, digambarkan juga bagaimana ajarah jihad ala Kartosuwirjo ini berevolusi menjadi ajaran salafy jihadisme ala Abdullah Azzam dan Usamah bin Laden.


Testimoni

Mengagetkan. Berbagai peristiwa yang saya alami sendiri seperti kasus Usroh, Hijrah ke Malaysia hingga Afghanistan bisa digambarkan dengan rinci dan tepat dalam buku ini. Saya seperti melihat album foto gerakan jihad di Indonesia. Semoga buku ini bisa bermanfaat dan bisa diambil hikmahnya bagi perjalanan generasi mendatang. – Darmuji alias Jibrila, Mantan aktivis Usroh Condet serta alumni Afghanistan, Angkatan II Tahun 1985-1987

Cara Solahudin dalam memperlakukan aspek naratif maupun analisis teks ini seimbang dan bebas dari pernyataan-pernyataan yang menghakimi seperti yang banyak menodai karya-karya lain mengenai jihad. Dalam buku ini, fokus utama Solahudin adalah untuk menjelaskan, bukan berkhotbah atau menghakimi. – Greg Fealy, Profesor Politik Indonesia, College of Asia and the Pacific, Australian National University

Walaupun pembicaraan bahwa ideologi sebagai faktor di belakang terorisme di Indonesia masih dianggap baru, sekarang ada buku yang bisa menjelaskan akarnya dari mana. Jauh sebelum nama Al Qaida terdengar sudah ada ideologi jihadisme “made in Indonesia”, yang setelah perang Afghan digabungkan dengan ideologi yang lebih global. Dalam buku ini, Solahudin menjelaskan bagaimana wacana musuh berkembang dari Belanda ke rezim Soeharto dan akhirnya kepada AS dan sekutunya. Buku ini adalah sumbangan luarbiasa kepada sejarah ekstremisme, bukan saja di Indonesia tapi juga di dunia. – Sidney Jones, Penasihat Senior International Crisis Group, Jakarta

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “NII Sampai JI: Salafy Jihadisme di Indonesia”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *