Gerakan Sabuk Hijau

Aktivisme Wangari Maathai telah menginspirasi PBB menggerakkan penanaman lebih dari 11 miliar pohon sejak 2006. Buku ini adalah refleksi pengalaman organisasional Gerakan Sabuk Hijau.

Rp39,500.00

Stok 2

SKU: TG2 Kategori: ,

Book Details

Berat 0.3 kg
Dimensi 14 × 20.3 cm
Penulis

Wangari Maathai

Penerjemah

Ilsa Meidina

ISBN

978-979-1260-17-6

Ketebalan Isi

136 + xvi hlm

Jilid Buku

Soft Cover

Edisi

Bahasa Indonesia

Keterangan Isi

Hitam Putih

“Perempuan dengan hati penuh gairah: Wangari Maathai, peraih Hadiah Nobel dari Kenya telah menanam 30 juta batang pohon. Dan dengan itu, ia telah mengubah kondisi tanah dan cuaca di beberapa tempat di Afrika, dan tentunya kondisi perekonomian di banyak desa.”  — Isabel Allende

Berangkat dari pengamatan sederhana bahwa penggundulan hutan Kenya telah membuat warga desanya harus berjalan lebih jauh untuk mencari kayu bakar, Wangari Maathai, seorang perempuan suku Kikuyu, akhirnya mencermati adanya kaitan gamblang antara kediktatoran, kerusakan lingkungan, kemiskinan, subordinasi perempuan, dan perdamaian. 

Rezim yang tidak demokratis cenderung menguras sumber daya alam demi keuntungan bisnis. Kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya akan menyulut pertikaian antar kelompok masyarakat demi memperebutkan sumber daya yang kian langka. Ujungnya adalah kemiskinan, yang dampaknya paling dirasakan oleh kaum perempuan.

Pada 1977 Maathai merintis Gerakan Sabuk Hijau untuk mendorong kaum perempuan menanam pohon. Penindasan dan pemenjaraan tidak menyurutkan aksi mereka untuk terus melawan rezim pembangunan yang tidak memihak rakyat.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Gerakan Sabuk Hijau”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *