Buku paket ini merupakan bundle dari buku bertemakan Asia Tenggara yang terdiri dari buku:
- Masyarakat dan Perang Asia Timur Raya
- Persaingan Eropa dan Asia di Nusantara
- Sejarah Asia Tenggara
- Nusantara dalam Catatan Tionghoa Edisi Dua Bahasa
Buku paket ini merupakan bundle dari buku bertemakan Asia Tenggara yang terdiri dari buku:
| SKU: | pkt21 |
|---|---|
| Categories: | Buku Paket, Paket Tematik, Sejarah Perang, Sejarah Tionghoa |
| Weight | 2 kg |
|---|
Perampasan pala oleh orang Belanda memiliki sejarah berdarah yang terkait kuat dengan tindakan kekerasan Jan Pieterszoon Coen. Buku ini akan memberikan wawasan tentang bagaimana Coen berhasil mengamankan monopoli perdagangan pala atas nama VOC dengan membunuh sebagian penduduk asli Banda pada tahun 1621, lalu mengusir dan memperbudak sisanya. Kini di tempat kelahirannya, Hoorn, Coen masih dipuja lewat patung yang berdiri megah. Apakah arti tindakan Coen di Banda bagi sejarah Belanda dan posisinya di dunia? Apakah itu aib pada catatan sejarah yang tidak bernoda? Sebuah pengecualian? Atau apakah itu hal yang normal pada masanya? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang dibahas dalam buku ini.
Perang Asia Timur Raya adalah persoalan yang kompleks. Bukan sekadar menggambarkan peperangan yang keras dan gaduh, tetapi sekaligus situasi yang menjadi sarana perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain.
Dalam hal ini penelitian oleh W.P. Groeneveldt tentang Nusantara dalam catatan Tionghoa yang pertama kali diumumkan pada 1880 tetap saja merupakan pegangan
yang bermanfaat sampai sekarang. Denys Lombard, dalam Nusa Jawa Silang Budaya II
Bagaimana cara gagasan modern menggerakan rakyat? Persoalan bahasa menjadi sangat penting untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pertentangan antara kekuatan-kekuatan sosial dalam masyarakat dapat dilihat pada kemunculan, perkembangan hingga hilangnya kosakata tertentu. Di Hindia Belanda abad XX, pertentangan ini mendapat panggung pada surat kabar. Pergolakan sosial dan perkembangan dunia cetak-mencetak akibat kapitalisme menjadi landasan rakyat bumiputra untuk bersuara lewat tulisan. Kekuasaan kolonial pun bereaksi dengan bersenjatakan bahasa. Buku ini menguraikan hubungan antara bahasa, ideologi dan hegemoni politik pada masa pergerakan.
Buku ini ditulis untuk menunjukkan sisi gelap kolonialisme. Piet Hagen siap dengan sumber yang kaya sehingga mampu mendeskripsikan dalam periode panjang buasnya kolonialisme Eropa, terutama Belanda, menindas dengan kekerasan dan persenjataan modern melalui setidaknya 500 peperangan.
Buku ini menggambarkan betapa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia tidaklah mudah. Buku ilmiah pertama tentang perjuangan rakyat Bogor di masa revolusi (1945-1950).
Bagaimanakah peran orang Tionghoa setelah kemerdekaan Indonesia yang diiringi revolusi sosial menurut perombakan struktur masyarakat yang lama?
Buku ini membahas mengenai strategi, kepemimpinan, dan motivasi pihak-pihak yang terlibat dalam Perang Diponegoro.
Be the first to review “Buku Paket Asia Tenggara”
You must be logged in to post a review.