Kebudayaan Indis: Dari Zaman Kompeni Sampai Revolusi

Rp72,000Rp90,000

Apa jadinya kalau budaya “pribumi” yang rendahan juga dilakukan oleh tuan-tuan dan nyonya-nyonya Eropa-Belanda? Djoko Soekiman mengajak setiap pembaca buku ini menyaksikan bulan madu perkawinan budaya Jawa dengan Eropa di tengah situasi perang abad ke-17 sampai 20.

Stok 19

Kebudayaan Indis lahir akibat kebiasaan hidup membujang para prajurit dan pejabat Belanda di Hindia Belanda. Ketiadaan wanita Eropa mendorong mereka mengambil perempuan Pribumi sebagai pasangan. Alhasil bukan saja anak, tetapi juga gaya hidup dan budaya campuran yang meliputi aspek kehidupan dan budaya dalam arti luas. Mulai dari bangunan indische stijl, perabotan meubilair, makanan rijstaffel, bahasa petjoek, busana baju monyet, musik tanjidor, teater komedi stamboel, sastera Indo sampai peranan jongos dan babu di dapur, botol cebok di kamar mandi, serta dutch wife di kamar tidur.

Pada awal kemunculannya, kebudayaan Indis dicap rendah, tapi juga ditiru di kalangan priyayi dan pejabat tinggi kolonial. Secara luas dan mendalam Djoko Soekiman mengajak setiap pembaca buku ini menyaksikan bulan madu perkawinan budaya Jawa dengan Eropa di tengah situasi perang penaklukan Belanda yang penuh kekerasan dan gencar dilakukan sepanjang abad ke-17 sampai 20.

Berat 0.225 kg
Dimensi 14 × 21 cm
Penulis Buku

ISBN

978-602-9402-46-9

Cetakan

Edisi

Tahun Terbit

Penerbit

Jenis Kertas

Jilid Buku

Keterangan Isi

Ketebalan Isi

x + 266 hlm

Ulasan Pelanggan

Belum ada Ulasan.

Be the first to review “Kebudayaan Indis: Dari Zaman Kompeni Sampai Revolusi”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *