Peter Kasenda Meninggal, Ditugaskan Jokowi Menelusuri Pancasila

Peter Kasenda Meninggal, Ditugaskan Jokowi Menelusuri Pancasila

Lani Diana Wijaya
Jurnalis tempo.co


Ucapan belasungkawa datang dari kerabat sejarawan Peter Kasenda. Rekan sekantor Peter Kasenda di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Martin Sinaga, mengatakan sebelum meninggal Peter Kasenda sedang menelusuri dokumen naskah otentik Pancasila yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Menurut Martin, Peter Kasenda merupakan pencatat dan penulis terbaik tentang Marhaenisme dan Sukarno. “Seorang sahabat di meja-meja hening sejak di UKP-PIP hingga BPIP,” kata Peter Kasenda dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 11 September 2018.

Peter Kasenda mengenyam pendidikan di Fakultas Sastra (kini Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia program studi Sastra Perancis pada 1978 dan Sejarah pada 1980.

Peter Kasenda ditemukan telah meninggal di rumahnya, Perumahan Jatikramat Indah Sari Gaperi, Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin, 10 September 2018. Ketua RT setempat mendobrak paksa pintu rumah itu setelah mencium bau anyir.

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati Komisaris Besar Edi Purnomo memastikan Peter Kasenda meninggal karena sakit sejak tiga hari sebelum jasadnya ditemukan.

Peter dikenal sebagai penulis biografi dan pemikiran Bung Karno yang cukup menonjol. Dia lah yang melahirkan buku 90 Tahun Bung Karno (1991); Kembali ke Cita-Cita Proklamasi 1945 (2010); Heldy Cinta Terakhir Bung Karno (2011); dan Hari-Hari Terakhir Sukarno. Dia kerap menyunting buku-buku biografi khususnya tentang Sukarno.

Karya lain pria kelahiran Bandung, 13 Januari 1957, diantaranya tentang Zulkifli Lubis Kolonel Misterius di Balik Pergolakan TNI-AD (2012). Peter Kasenda juga terlibat dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Melalui organisasi ini, Peter Kasenda banyak menelurkan karya-karya baru. Misalnya, menulis kisah Ketua Umum GMNI John Lumingkewas: Merah Darahku, Putih Tulangku, Pancasila Jiwaku (2010); Soeharto Penerus Ajaran Politik Soekarno (2012); Mereka Bilang Kita Orang Indonesia (2010); dan Kembali ke Cita-Cita Proklamasi 1945 (2011).


Sumber: https://metro.tempo.co/read/1125928/peter-kasenda-meninggal-ditugaskan-jokowi-menelusuri-pancasila

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>