Cokin? So What Gitu Loh! – Pemikiran Tionghoa Muda

Cokin? So What Gitu Loh! – Pemikiran Tionghoa Muda

COKIN? So What gitu Loh! Pemikiran Tionghoa Muda

Judulnya memang agak terkesan semau gue, namun jangan salah, Cokin? So What Gitu Loh! ditulis oleh anggota jaringan muda Tionghoa umumnya berusia di bawah 40 tahun. Buku ini berisi 85 tulisan yang ditulis oleh 20 kontributor Tionghoa. Mereka adalah Charlotte Setijadi, Christopher Nugroho, Christine Susanna Tjhin, Ester Indahyani Jusuf, Fabiola Desy Unidjaja, Frans Wibawa, Hendri Kuok, Ignatius Haryanto, Ivan Wibowo, Kristan, Meilisa Husein,  uhammad Gatot, Ponijan Liaw, Robertus Robet, Suma Mihardja, Surya Tjandra, Susanto, Sutta Dharmasaputra, Ulung Rusman, dan Wahyu Effendi. Mereka merupakan generasi muda keturunan Tionghoa di Indonesia.

Cerita berkisar kegelisahan para Tionghoa muda dalam menyikapi aneka problem yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari masalah klasik yang berhubungan dengan identitas mereka seperti persoalan diskriminasi dan rasisme, hingga masalah besar yang berhubungan dengan soal kebangsaan, misal korupsi, militerisme, hukum, media, politisi, pemilu, kebudayaan nasional dan gender.

Kontributor buku Cokin? So What Gitu Loh! berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada Sutta Dharmasaputra, yang merupakan wartawan harian Kompas, Ester Indahyani Jusuf, seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan Muhammad Gatot yang bekerja sebagai Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan sebuah Lembaga Bantuan Hukum di Jakarta. Buku ini memuat berbagai cerita mengenai kehidupan Tionghoa di Indonesia yang ditulis oleh mereka yang mengalami langsung peristiwanya.

Masyarakat juga diajak untuk mengetahui perspektif Tionghoa dari sudut yang berbeda. Di sini kita juga bisa melihat sepak terjang tokoh muda Tionghoa yang ikut mewarnai Indonesia.

Tak cuma itu, buku ini juga disebut-sebut sebagai “Protokol Keselamatan” bagi orang Tionghoa. Biasanya protokol yang diajarkan selama ini antara lain mengalah, menghindar, bersembunyi serta mencari perlindungan dengan cara mengingkari identitas dan lain-lain. Namun dengan pemikiran-pemikiran dalam buku ini, ada alternatif lain untuk begaimana tetap berkarya meski bermacam persoalan menghadang warga keturunan Tionghoa di Indonesia


Sumber: https://kabarinews.com/cokin-so-what-gitu-loh-pemikiran-tionghoa-muda/34458

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>