Louis-Charles Damais

Louis-Charles Damais

Louis-Charles Damais terdaftar belajar di National School of Oriental Languages. Dia menunjukkan karunia luar biasa dengan memperoleh enam gelar: Persia, Arab Oriental, Bahasa Arab, Turki, Melayu, dan Cina. Dia juga berbicara bahasa Hongaria, Belanda, Inggris, Rusia, Italia, dan bahasa Sansekerta.

Pada saat yang sama, ia belajar di Sorbonne dan memperoleh berbagai sertifikat studi yang lebih tinggi: studi bahasa Arab, studi India, dan sejarah agama. Pada 1935, Yayasan Montfort memberinya beasiswa agar dia bisa pergi ke Leiden untuk belajar bahasa Jawa dan Belanda. Pilihan ini akan menentukan karena akan mengarahkan studi masa depannya di Nusantara guna memberikan napas baru bagi studi Indonesia.

Pada 1949 dia bergabung dengan EFEO sebagai sekretaris umum. Setelah itu dia pindah ke Hanoi selama setahun sebelum akhirnya dikirim ke jakarta pada 1952. Dia mendirikan perpustakaan yang sangat penting, mengumpulkan beberapa peneliti muda, dan berkontribusi pada awal layanan arkeologi “Dinas Purbakala”, yang mengambil alih dari organisasi era Belanda. Pada 1954, ia berpartisipasi dalam pertemuan untuk memperbaiki penggunaan neologisme bahasa Indonesia.

Dia meninggal mendadak di Jakarta pada Mei 1966 dan meninggalkan pekerjaan yang sangat penting, termasuk karya yang tidak diterbitkan, seperti Onomastic Directory of Javanese Epigraphy. Damais adalah seorang Sejarawan, Epigrafis, dan Filolog. Dia selalu penasaran dalam segala hal.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>