Johannes Theodorus (J.Th.) Vermeulen

Johannes Theodorus (J.Th.) Vermeulen

Johannes Theodorus (J.Th.) Vermeulen dilahirkan di Den Helder, Belanda pada awal abad ke-20 (tahun kelahiran belum diketemukan). Pada 1935, ia mengikuti ujian di Belanda untuk menjadi ambtenaar (pegawai negeri) (Regeringsalmanak [RA] 1939, II: 411; 1940, II: 424; 1942, II: 401). Vermeulen menempuh pendidikan doktoralnya di Fakultas Sastra dan Filsafat di Universitas Leiden. Disertasinya berjudul De Chineezen te Batavia en de Troebelen van 1740 (Tionghoa di Batavia dan Huru Hara 1740) yang dibimbing oleh filolog/arkeolog ternama Prof. Dr. Nicolaas Johannes Krom (1883–1945). Ia berhasil mempertahankan disertasinya pada 18 Maret 1938. Segera sesudah kelulusannya, Vermeulen bertolak ke Hindia Belanda dan ditempatkan sebagai a(d)spirant controleur (kontrolir junior). Mulai 19 Oktober 1938 untuk sementara ia ditempatkan sebagai Adjunct Landsarchivarist (Deputi Arsiparis) di Arsip Negara di Batavia, sebelum akhirnya posisi ini secara tetap disandangnya sejak 1939, mendampingi sang Arsiparis Negara, Dr. F.R.J.Verhoeven (RA 1939, II: 398, 72; RA 1940, II: 410, 74; RA 1942, II: 69). Menariknya, ada kesamaan antara Vermeulen dengan Dr. F. de Haan (1863–1938), penulis Oud Batavia, “babad” Betawi yang terkenal. Keduanya adalah arsiparis yang sama-sama menghasilkan masterpiece tentang sejarah Batavia.

Di Batavia Vermeulen menjalin hubungan baik dengan kaum intelektual Tionghoa, salahsatunya adalah mereka yang tergabung dalam Het China-Instituut.2 Tercatat pada 11 Oktober 1939 ia memberikan ceramah berjudul Eenige Opmerkingen over de Rechtsbedeeling van de Campagnie in de 17de en 18de eeuw voor de Chineesche Samenleving (Beberapa Pengamatan atas Administrasi Peradilan Kumpeni bagi Masyarakat Tionghoa pada abad ke-17 dan 18). Ceramah ini kemudian diterbitkan dalam jurnal perkumpulan tersebut, Mededeelingen van het China Instituut Batavia, edisi Desember 1939. Setelah runtuhnya kekuasaan Belanda, hampir tidak ada info mengenai dirinya.Kemungkinan Vermeulen diinternir Jepang pada saat pendudukan.

Walaupun tidak banyak tulisan yang dihasilkannya, namun karya Vermeulen ternyata cukup populer sehingga diterjemahkan ke dalam bahasa lain. Setelah 23 tahun, disertasinya diterjemahkan ke dalam bahasa Cina oleh Li Ping, Hongxi can an ben mo (Djakarta : Fei cui wen hua ji jin hui, 1961), 135 halaman. Tetapi sebelumnya telah lebih dulu diterjemahkan yaitu pada 1950-an di Singapura oleh Tan Yeok Seong ke dalam bahasa Inggris.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>