Harsono Sutedjo

Harsono Sutedjo

Harsutejo (Harsono Sutedjo), Lahir di Wlingi, Jawa Timur sekitar tahun 1936/1937, tepatnya tidak diketahui karena di masa Jepang ketika ayahnya ditangkap semua buku dan dokumen diangkut polisi Jepang (ya orang Indonesia juga). Orang udik tidak mempunyai tradisi mengingat-ingat tanggal kelahiran, yang biasa diingat adalah hari dan pasaran atau weton. Tamat S-1 Sejarah Budaya FKIP Airlangga 1964, dengan tiga anak dan sejumlah cucu.

Berbagai tulisannya tentang sejarah, human interest, cerpen dan sejumlah terjemahan pernah dimuat di Sunday Courier, Ragi Buana, Djaja, Tjaraka, Varia, tabloid Srikandi dan sebagainya sampai dengan 1975. Pernah bekerja sebagai loper koran, mengajar di SMP, SMA dan FKIP Unair Malang. Sebagai pengurus HSI Cabang Malang, ditangkap pada akhir Oktober 1965, meringkuk sebagai tapol di penjara Lowokwaru, Malang selama 6 bulan. Setelah dibebaskan lari ke Surabaya dan Jakarta, masuk dalam DPO eks-tapol (daftar pencarian orang).

Dengan identitas baru bekerja di sebuah bank asing di Jakarta lebih dari dua puluh tahun, termasuk setahun dinas di Singapura. Selama kariernya di bank pernah mengikuti berbagai seminar perbankan dan manajemen di Jakarta, Singapura, Bangkok dan Kuala Lumpur. Setelahpensiun dari bank pada 1994 aktif menulis kembali berbagai artikel terutama human interest, dimuat di Warnasari dan Intisari; cerpen dan novelet dimuat di Romansa, Nova. Cerpennya termuat dalam Gonjong2, kumpulan 10 pemenang lomba cerpen yang diadakan oleh Universitas Negeri Padang bekerja sama dengan Deakin University Melbourne 2000, dalam Kami Bicara, LBH Jakarta 2006, Kumpulan Cerpen Khas Ranesi, Grasindo 2007 (dibacakan di radio Belanda seksi Indonesia), Titian Antologi Cerita Pendek Kerakyatan, Koekoesan, Depok 2008.

Setelah kejatuhan rezim Orba Suharto, menulis berbagai ulasan tentang G30S di berbagai milis dan ulasan buku yang disebut kiri. Menulis buku G30S Sejarah yang Digelapkan, Hasta Mitra, 2003. Selain itu melakukan editing sejumlah naskah buku yang telah terbit (Gerakan 30 September 1065, Kesaksian Letkol PNB Heru Atmodjo, PEC, 2004, bersama Garda Sembiring) maupun yang akan terbit, menerjemahkan buku seperti Bob Hering, Soekarno Bapak Indonesia Merdeka, 2003 dan Bob Hering, Muhammad Hoesni Thamrin, Membangun Nasionalisme Indonesia, Hasta Mitra, 2003, Han Suyin, Zhou Enlai, Intelektual Revolusioner, Berbakti Kepada Rakyat dan Negeri Sepanjang Usia, Hasta Mitra, 2008, serta sejumlah buku novel Karl May dan buku-buku lain. Sejumlah naskah yang ditulisnya seputar sejarah G30S, pendidikan, memoar, cerpen, novelet dan sejumlah terjemahan buku belum terbit. Melakukan pekerjaan editing sejumlah naskah sastra dan memoar yang telah terbit dan belum.

Gemar membaca buku sastra, sejarah, politik dan bidang lain dengan koleksi beberapa ribu buku. Olahraga stretching, jalan pagi dan berenang. Motto: Learning is a Life Time Process, ajaran Islam menyebut belajar sejak dari buaian sampai ke liang lahat.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>